Perpanjangan Visa Turis: Terobosan Baru, Aspirasi Lama

Makin lama turis tinggal di Bali makin laris tempat makan seperti halnya kafe di Jimbaran yang favorit bagi wisatawan asing. Foto Darma Putra
Bali Post, Selasa, 2 Februari 2010.
BERTEPATAN dengan Hari Bakti Keimigrasian, 26 Januari lalu, Departemen Hukum dan HAM mengumumkan terobosan yang mengizinkan perpanjangan atas visa turis, biasa disebut VoA (Visa on Arrival). Terobosan ini merupakan salah satu dari sejumlah program 100 hari kerja Kabinet SBY di bidang Hukum dan HAM.
Kebijakan mengizinkan perpanjangan visa turis ini tampaknya merupakan respons pemerintah terhadap aspirasi lama dari kalangan wisatawan dan pelaku pariwisata di Indonesia umumnya dan Bali khususnya.
BVKS dan VOA
Dalam ketentuan-ketentuan sebelumnya, visa turis tidak bisa diperpanjang. Awal tahun 1980-an, pemerintah memberikan bebas visa kunjungan singkat (BVKS) selama dua bulan. Sesudah masa visa dua bulan habis, wisatawan harus pergi dari Indonesia. Kalau mereka ingin mendapat BVKS lagi, mereka harus pergi dari Indonesia dulu dan kemudian masuk lagi. (more…)
Add comment February 2, 2010
Revisi VOA untuk Tingkatkan Masa Tinggal Turis
Mingguan Tokoh, 24 Januari 2010.
DIKABARKAN, masa tinggal (length of stay) wisatawan di Kabupaten Badung tahun 2009 menurun dibandingkan tahun sebelumnya (Bali Post, 13/1/2010, hlm 2). Walaupun tidak ada data yang disodorkan, pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Subawa ini mudah diterima karena demikianlah kecenderungan umum di Bali, mungkin juga di Indonesia.
Gambaran umum masa tinggal wisatawan di Bali adalah merosot dari rata-rata dua minggu pada tahun 1990-an ke belakang menjadi rata-rata seminggu belakangan ini. Makin pendek wisatawan tinggal di Bali berarti makin sedikit pajak hotel dan restoran yang bisa disedot pemerintah.
Memang, persoalannya tidak selinier itu karena yang menentukan pendapatan itu adalah tingkat hunian hotel, artinya kalau hotel tetap penuh, pajak tetap tinggi.
Subawa dengan diplomatis memaknai secara umum bahwa (menurunnya) masa tinggal wisatawan mencerminkan (menurunnya) kualitas destinasi wisata. Dengan mengatakan masa tinggal wisatawan di Badung kian pendek, dia tidak langsung menyebutkan bahwa kualitas destinasi wisata di Badung menurun tetapi tetapi arahnya bisa ditebak. (more…)
Add comment January 25, 2010
Nama Seniman untuk Nama Jalan di Denpasar, Mengapa Tidak?
Bali Post, Minggu, 10 Januari 2010

Jalan Gunung Agung, dulu namanya Jl Padangsambian. Tahun 1964 terjadi perubahan sejumlah nama jalan di Denpasar. Foto Darma Putra
DENPASAR bertekad terus menjadi kota berwawasan budaya, tetapi mengapa nama-nama seniman Denpasar tidak diangkat menjadi nama-nama jalan di kota ini? Bukankah akan lebih klop kalau jalan-jalan di ibu kota Pulau Bali ini dihiasai dengan nama-nama seniman-budayawan yang berjasa mengharumkan citra kota ini di masa lalu bahkan sampai kini?
Dalam sarasehan kesenian serangkaian Festival Denpasar di Inna Bali Hotel, belum alama ini, saya memberanikan diri mengusulkan untuk mengangkat nama-nama seniman Denpasar dan Badung (tanpa menutup diri dengan seniman Bali) lainnya yang tinggal di Denpasar sebagai nama-nama jalan. (more…)
Add comment January 11, 2010
Langit Brisbane Berubah Perangai
Australia dilanda angin debu merah, Rabu, 23 September 2009. Peristiwa alam ini mula-mula menerpa wilayah New South Wales dan kemudian menjelang tengah hari bergeser ke Queensland.
Di mana-mana langit memerah, jarak pandang menjadi pendek. Penerbangan di bandara Sydney banyak yang ditunda, atau dialihkan ke bandara lain termasuk Brisbane.
Land mark kota Sydney Opera House dan Harbour Bridge diselimuti awan orange, pesonanya berubah, seperti tak pernah terjadi sebelumnya.
Menjelang tengah hari, kota Brisbane juga dilanda red dusti storm. Walau tidak sepekat Sydney, perangai langit dan udara Brisbane berubah, dari biasanya biru cerah menjadi orange. Peristiwa alam yang tidak pernah terjadi atau mungkin jarang atau tidak separah kali ini.
Pohon bergoyang, seekor burung pun termangu, hinggap penuh awas, mungkin tak tahu apa yang terjadi, dia tampak wait and see…………
Anak-anak, pengidap sesak pernafasan, atau wanita hamil disarankan tinggal di dalam ruangan demi kesehatan. Tapi, para fotografer bergegas ke luar mengabadikan momentum alam yang berubah perangainya.

St Lucia, 23 September 2009
1 comment September 23, 2009
Pesta Kesenian Bali belum Melahirkan Kritikus Seni

Penampilan gong kebyar remaja dalam Pesta Kesenian Bali 2009.
Teks Darma Putra, Foto Ary Bestari
Peran Pesta Kesenian Bali (PKB) dalam merevitalisasi dan mengembangkan kesenian Bali tidak perlu diragukan lagi. Sejak digelar setiap tahun mulai 1979, PKB telah mencetak sekian banyak seniman.
Namun, yang terasa kurang adalah PKB belum melahirkan kritikus seni. Tulisan tentang PKB di koran sejak dulu lebih banyak menyoroti aspek pelaksanaan PKB, sementara ulasan aspeek seni dari seni pertunjukan bersifat superficial, permukaan.
Bali kaya akan kesenian tetapi hampir tidak memiliki kritikus seni. Pentas seni semarak, tapi kritik seni sepi jampi. Ini merupakan paradok. (more…)
Add comment July 5, 2009
Meninjau Kembali Sejarah Drama Gong
DALAM dialog budaya tentang sendratari, drama gong, dan gong kebyar di sela-sela Pesta Kesenian Bali (PKB XXXI di Taman Budaya Denpasar, Senin (22/6) lalu, disinggung sepintas mengenai awal munculnya drama gong. Disebutkan bahwa drama gong lahir pada 1966 (pasca-G30S), tokohnya adalah Anak Agung Raka Payadnya. Sejak tahun itu drama gong dianggap berkembang dan berbiak ke seluruh Bali.
Pendapat itu terus didaur-ulang sejak dulu, baik oleh sarjana Bali maupun luar negeri. Padahal, ada bukti lain yang menunjukkan bahwa cikal bakal drama gong sudah ada setidaknya sejak akhir 1959, ditandai dengan munculnya drama “Mayadenawa” yang diiringi gamelan dan pemainnya berbusana Bali. Namanya drama atau drama klasik, tetapi bentuknya tidak ubahnya bentuk awal drama gong. (more…)
Add comment June 28, 2009
Tiap Orang Bali adalah Seniman, Termasuk yang Cacat

Dalam buku klasiknya Island of Bali (1938), antropolog asal Meksiko Miguel Covarrubias menulis bahwa setiap orang Bali adalah seniman. Dia menyebutkan contoh seniman dari kalangan petani sampai pendeta, buruh sampai bangsawan, laki dan perempuan.
Kalau saja Covarrubias masih hidup dan sempat menonton pagelaran di Pesta Kesenian Bali (PKB) Juni-Juli 2009 ini, dia mungkin bangga dan terharu. Bangga, karena dia bisa membuktikan bahwa dalilnya yang diucapkan hampir 80 tahun lalu kian menemukan kebenarannya.
Terharu, karena dia akan melihat bahwa yang bisa diberikan predikat sebagai seniman tidak saja orang normal dan orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja, serta orang-orang cacat, tuna netra, patah kaki, polio, tuna rungu, tuna-netra, dan seterusnya.
Penampilan mereka di panggung PKB mengharukan hati. Kian menyentuh karena mereka menari menggunakan tongkat atau kursi roda. (more…)
Add comment June 28, 2009
Monkey Forest Ubud Suatu Hari, “Bapak, wait for me…wait for me..!”
Teks Darma Putra, Foto Ary Bestari
Musim liburan pertengahan tahun 2009 ini, objek wisata Monkey Forest, Padangtegal, Ubud, ramai dikunjungi wisatawan. Ada turis domestik, banyak juga wisatawan mancanegara seperti dari Rusia , India , Jerman, Belanda , Australia , dan Amerika.
Minggu siang 21 Juni, misalnya, ada sekitar 200 pengunjung masuk ke hutan kera itu. Jumlah itu mungkin lebih besar kalau digabungkan dengan kunjungan Minggu pagi dan sore.
Harga tiket masuk adalah Rp 15.000 untuk dewasa dan Rp 7.500 untuk anak-anak.
Karena anak-anak agak takut pada kera, tentu saja jumlah pengunjung Monkey Forest lebih dominan orang dewasa. Anak-anak yang ikut biasanya berdebar-debar atau berani-berani takut.
“Bapak.., Bapak….wait for me, wait for me….,” ujar gadis kecil, memanggil ayahnya yang mendahului berjalan di depan. Panggilan gadis usia sekitar 8 tahun itu cukup terang terdengar di tengah hutan yang tidak begitu riuh. (more…)
Add comment June 21, 2009


Pesta Kesenian Bali (PKB) senantiasa menjadi arena untuk menampilkan seni kreasi baru. Dalam pagelaran Selasa (23/6) lalu, sekaa angklung kebyar Werdi Ulangun Desa Ambengan, Buleleng, menampilkan kreasi baru tari topeng berjudul Ting.