Archive for February, 2009
Puisi untuk Korban Kebakaran Australia
| Selasa, 10 Pebruari 2009 | |
| Queensland — Bencana kebakaran semak belukar terburuk dalam sejarah Australia yang menelan banyak korban jiwa dan kerugian harta benda menyentuh hati seorang akademisi Indonesia, I Nyoman Darma Putra, PhD. Ia mengungkapkan empati mendalamnya bagi para korban melalui puisi berjudul “Kinglake”.
Dalam puisinya itu, Darma Putra tidak hanya membawa imaji pembacanya kepada kepedihan korban yang kehilangan jiwa, harta dan ekologi tetapi juga mengingatkan kembali orang Indonesia pada kebajikan yang pernah diberikan Australia kepada para korban bencana tsunami di Aceh dan Nias enam tahun lalu. |
1 comment February 10, 2009
Apresiasi Semarak, Kritik Sastra Senyap
Bali Post, Minggu, 08 Februari 2009

Apresiasi sastra Bali lewat 'Kidung Interaktif' di Bali TV.
KEHIDUPAN sastra nasional dan daerah di Bali terus berlanjut sejak dulu. Banyak karya diciptakan, dibaca, dipentaskan dalam bentuk seni pertunjukan seperti sendratari dan wayang, atau ditransformasi dalam bentuk seni rupa atau seni ukir di tembok-tembok. Ada juga novel disajikan lewat film atau sinetron.
Apresiasi sastra berlangsung di masyarakat ketika ada kegiatan ritual, atau di radio dan televisi lewat kidung interaktif, dagang gantal, atau gita shanti. Fakta-fakta ini mengindikasikan kreativitas dan apresiasi seni sastra di Bali berjalan semarak tetapi ada satu hal yang kurang yaitu absennya kegiatan kritik sastra. Isi dan pesan karya banyak disimak tetapi tidak pernah dikritik sebagai karya sastra. Tulisan kritik sastra jarang dibuat. (more…)
Add comment February 7, 2009
Balinese authors get Rancage Literary Awards


Tusthi Eddy and I Nengah Tinggen
The Jakarta Post, Thu, 02/05/2009 4:56 PM | Bali
Veteran Balinese literary figures Nyoman Tusthi Eddy and Nengah Tinggen have been presented with the 2009 Rancage Literary Awards for their great contributions in preserving and developing literary works written in the Balinese language.
Initiated by veteran writer Ajip Rosidi, the Rancage awards was first given to writers, poets and novelists who produced literary pieces in the Sundanese language. From l997, the awards were extended to include individuals who produced literary works in their mother languages, including Javanese and Balinese. (more…)
Add comment February 6, 2009
Keputusan Hadiah Sastera “RANCAGÉ” 2009
Penyerahan Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 adalah yang ke-21 kalinya diberikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa-bahasa ibu. Pertama kali pada tahun 1989, diberikan hanya kepada sasterawan yang menulis dalam bahasa Sunda. Tetapi sejak 1994 para sasterawan yang menulis dalam bahasa Jawa juga mendapat hadiah sastera “Rancagé”. Dan sejak 1997, para sasterawan yang menulis dalam bahasa Bali juga mendapat hadiah “Rancagé”. (more…)
Add comment February 1, 2009