Gagal jadi Pegawai Negeri, Made Widnyana Tawarkan Jasa Melukis Turis di Legian

img_7594

I Made Widnyana melukis turis di Poolside The Jayakarta Hotel, Legian, Kuta. Karena puas, banyak turis yang memesan dibuatkan lukisan dari luar negeri, lalu hasilnya dikirim lewat pos (Foto-foto Darma Putra, Kamis, 15 September 2016).

Cita-citanya jika tamat pendidikan seni adalah menjadi pegawai negeri (PNS). Tapi, karena tak tercapai, Made Widnyana (31) akhirnya menjadi pelukis potret atau kartikatur turis di kawasan wisata seperti taman air dan hotel.

Lewat pekerjaannya melukis, Made ikut menciptakan citra pariwisata Bali yang manis. Turis yang memesan lukisannya senantiasa merasa happy.

(more…)

September 16, 2016 at 6:20 am Leave a comment

Gagal Jadi Pegawai Negeri, Made Widnyana Tawarkan Jasa Melukis Turis

I Made Widnyana melukis turis di Poolside The Jayakarta Hotel, Legian, Kuta. Karena puas, banyak turis yang memesan dibuatkan lukisan dari luar negeri, lalu hasilnya dikirim lewat pos (Foto-foto Darma Putra, Kamis, 15 Sep 2016).

Cita-citanya jika tamat pendidikan seni adalah menjadi pegawai negeri (PNS). Tapi karena tak tercapai, Made Widnyana (31) akhirnya menjadi pelukis potret atau kartikatur turis di kawasan wisata seperti taman air dan hotel.

Awalnya pelukis asal Lembeng, Sukawati, Gianyar, itu membuka stand lukis-wajah di Waterbom Park, Kuta, kini dia buka konter di Hotel Jayakarta, Legian. (more…)

September 15, 2016 at 2:26 pm Leave a comment

Menjulang Penjor Galungan, Tanda Syukur dan Wujud Sujud pada Tuhan

Penjor Galungan 10 Februari 2016 (Foto Darma Putra)

Penjor Galungan 10 Februari 2016 (Foto Darma Putra)

berjajar penjor Galungan dan Kuningan
melengkung melambangkan gunung
wujud sujud mendaki kegemilangan suci

Foto di atas saya jepret di Jln Gunung Agung, Denpasar, di depan sebuah toko menjual bahan-bahan bangunan, di dekat Tukad Mati, suatu pagi 10 Februari 2016, sehari menjelang Hari Raya Galungan.

Toko ini juga menjual bambu untuk bahan penjor. Dengan demikian, penjor indah yang dipasang sekaligus sebagai promo display dagangan yang dijual. (more…)

September 6, 2016 at 10:44 am 1 comment

Penjor Galungan, Tanda Syukur serta Wujud Sujud pada Tuhan

Penjor Galungan 10 Februari 2016 (Foto Darma Putra)

Penjor Galungan 10 Februari 2016 (Foto Darma Putra)

berjajar penjor Galungan dan Kuningan
melengkung melambangkan gunung
wujud sujud mendaki kegemilangan suci

Foto di atas saya jepret di Jln Gunung Agung, Denpasar, di depan sebuah toko menjual bahan-bahan bangunan, di dekat Tukad Mati, suatu pagi 10 Februari 2016, sehari menjelang Hari Raya Galungan. 

Toko ini juga menjual bambu untuk bahan penjor. Dengan demikian, penjor indah yang dipasang sekaligus sebagai promo display dagangan yang dijual. (more…)

September 6, 2016 at 10:09 am Leave a comment

Kongres Bahasa Daerah Nusantara Pertama 2016 di Gedung Merdeka Bandung

Unduh Jadwal Kongres Bahasa Daerah Nusantara

August 2, 2016 at 10:38 am Leave a comment

Dijual di Airport Ngurah Rai, Nasi Jinggo ‘Naik Daun’

Nadi jinggo di sebuah resto di Airport Ngurah Rai (Foto Darma Putra).


Nasi jinggo dijual di cafe di airport Ngurah Rai Bali. Harganya sebungkus Rp 35 ribu dan laris, cepat habis. “Sehari laku 80-100 bungkus,” kata waiter  sebuah restoran di airport Ngurah Rai.

Nasi kelas rakyat yang awalnya dijual di pinggir jalan di Denpasar tahun 1980-an kini benar-benar naik daun.  Dia tak hanya jadi makanan kelas bawah tapi juga menu kalangan menengah ke atas yang bepergiaan naik pesawat.  (more…)

May 28, 2016 at 11:04 am Leave a comment

Setiti Bali, Awal Organisasi Modern di Bali dari Era Kolonial

Foto repro Majalah Djatajoe, No. 7, 25 Februari 1938.

Foto repro Majalah Djatajoe, No. 7, 25 Februari 1938.

Di Bali ada banyak komunitas, ikatan, atau organisasi tradisional.  Antropolog Clifford Geertz terpesona melihat orang Bali terpaut dalam begitu banyak kelompok atau ikatan atau organisasi tradisional seperti ikatan dadia (warga), banjar, dan seka. Ikatan atau seka ini kadang solid kadang juga renggang dengan struktur longgar.

Seka dibentuk sesuai dengan kepentingan anggotanya, diberikan nama sesuai aktivitasnya. Contohnya banyak seperti sekaa manyi (kelompok orang yang anggotanya menerima pekerjaan panen), subak (oranisasi petani berbasis irigasi), seka tuak (komunitas hobi minum tuak), seka semal (penangkap tupai), seka gong (kelompok gamelan), dan banyak lagi. (more…)

April 23, 2016 at 7:57 am Leave a comment

Older Posts


Blog Stats

  • 93,951 hits
September 2016
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930