Kongres Bahasa Daerah Nusantara Pertama 2016 di Gedung Merdeka Bandung

Unduh Jadwal Kongres Bahasa Daerah Nusantara

August 2, 2016 at 10:38 am Leave a comment

Dijual di Airport Ngurah Rai, Nasi Jinggo ‘Naik Daun’

Nadi jinggo di sebuah resto di Airport Ngurah Rai (Foto Darma Putra).


Nasi jinggo dijual di cafe di airport Ngurah Rai Bali. Harganya sebungkus Rp 35 ribu dan laris, cepat habis. “Sehari laku 80-100 bungkus,” kata waiter  sebuah restoran di airport Ngurah Rai.

Nasi kelas rakyat yang awalnya dijual di pinggir jalan di Denpasar tahun 1980-an kini benar-benar naik daun.  Dia tak hanya jadi makanan kelas bawah tapi juga menu kalangan menengah ke atas yang bepergiaan naik pesawat.  (more…)

May 28, 2016 at 11:04 am Leave a comment

Setiti Bali, Awal Organisasi Modern di Bali dari Era Kolonial

Foto repro Majalah Djatajoe, No. 7, 25 Februari 1938.

Foto repro Majalah Djatajoe, No. 7, 25 Februari 1938.

Di Bali ada banyak komunitas, ikatan, atau organisasi tradisional.  Antropolog Clifford Geertz terpesona melihat orang Bali terpaut dalam begitu banyak kelompok atau ikatan atau organisasi tradisional seperti ikatan dadia (warga), banjar, dan seka. Ikatan atau seka ini kadang solid kadang juga renggang dengan struktur longgar.

Seka dibentuk sesuai dengan kepentingan anggotanya, diberikan nama sesuai aktivitasnya. Contohnya banyak seperti sekaa manyi (kelompok orang yang anggotanya menerima pekerjaan panen), subak (oranisasi petani berbasis irigasi), seka tuak (komunitas hobi minum tuak), seka semal (penangkap tupai), seka gong (kelompok gamelan), dan banyak lagi. (more…)

April 23, 2016 at 7:57 am Leave a comment

Lila Bhuwana: Kenangan Pasar Senggol dan Bioskop di Pojok Stadion Ngurah Rai

GOR Ngurah Rai, dulunya lokasi pasar senggol dan gedung bioskop Lila Bhuwana.

GOR Ngurah Rai, dulunya lokasi pasar senggol dan gedung bioskop Lila Bhuwana.

Gedung olah raga mewah di sudut barat-laut Stadion Ngurah Rai Denpasar dulunya merupakan pasar senggol yang ramai dan gedung bioskop yang merakyat. Pasar senggol tersebut terkenal dengan nama Lila Bhuwana, sedangkan gedung bioskopnya disebut Lila Bhuwana Theatre.

Lila Bhuwana [kadang ditulis Buana] adalah nama yang indah ucapan dan maknanya. Dalam bahasa Bali, ‘lila’ artinya ‘senang’, ‘bhuwana’ artinya ‘dunia atau tempat’. Sesuai dengan namanya, Lila Bhuwana merupakan tempat untuk bersenang-senang atau menghibur diri. (more…)

April 17, 2016 at 4:33 pm Leave a comment

Atribut dari Awal Denpasar Kota Konferensi

Kongres Pemuda Bali di Denpasar. Foto Repro Majalah Merdeka, diambil dari tulisan Suryadi di Bali Post Minggu, 20 Maret 2016.

Kongres Pemuda seluruh Bali di Denpasar. Foto Repro Majalah Merdeka, diambil dari tulisan Suryadi di Bali Post Minggu, 20 Maret 2016.

Denpasar layak mendapat julukan Kota Konferensi. Alasannya, sejak masa kolonial tepatnya tahun 1930-an, Denpasar sudah sering dan terus menerus dipilih sebagai tempat seminar, rapat, sidang, munas, kongres, dan sejenisnya, baik untuk tingkat nasional maupun internasional, baik yang diselenggarakan oleh partai politik maupun organisasi profesi.

Menjadikan Kota Denpasar (termasuk Sanur) sebagai tempat konferengsi, kongres, seminar terus berlanjut sampai sekarang. Pejabat tinggi seperti Presiden kerap hadir membuka konferensi atau musyawarah, seperti yang terakhir adalah Musyawarah Nasional XIII Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) pada 19-22 Januari 2014, yang dibuka Presiden SBY. (more…)

April 3, 2016 at 6:46 am 1 comment

[Denpasar Tempo Doeloe]: Kenangan Senggol dan Stanplat Suci

Pertokoan Suci Sari Jaya dijepret dari arah Jalan Sumatra, 12 Maret 2016 (Darma Putra)

Pertokoan Suci Sari Jaya dijepret dari arah Jalan Sumatra, 12 Maret 2016 (Darma Putra)

Pertokoan Suci Plaza dulunya adalah stanplat (terminal), pompa bensin, dan pasar senggol. Sebagai pasar senggol, terminal Suci merupakan pusat kehidupan malam kota Denpasar. Di senggol Suci-lah pertama kali dijual nasi jenggo, nasi bungkus yang populer sampai sekarang.

Letak senggol Suci sangat strategis, yakni di sudut perempatan Jalan Diponegoro, Jalan Sumatra, Jalan Hasanudin (ke Timur dan ke Barat). Dari sudut mana pun, Suci gampang dijangkau. Senggol dan stanplat Suci diberi nama sesuai dengan nama banjar/daerah tempatnya berlokasi. Banyak kenangan terekam tentang senggol dan stanplat Suci termasuk yang ditulis penyair Suhartawan, dimuat di Bali Post, 20 Januari 1978, berjudul ‘stanplat suci’ (lihat di bawah). (more…)

March 13, 2016 at 8:48 am Leave a comment

Melasti di Petitenget, Minggu, 6 Maret 2016

melasti 6 maret 1

Banyak wisatawan asing menyaksikan rangkaian acara melasti, yang menarik adalah saat warga kesurupan dan “ngurek”, menusukkan keris ke tubuh.

Pagi hari udara cerah, semakin siang menjadi bertambah panas. Namun, masyarakat tetap bersmeangat untuk mengikuti prosesi melasti ke pantai. Demikian pula untuk warga Desa Padangsambian dan Desa Kerobokan yang melasti ke Pantai Petitenget, Minggu, 6 Maret 2016. (more…)

March 6, 2016 at 5:43 pm Leave a comment

Older Posts


Blog Stats

  • 93,066 hits
August 2016
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.