Archive for July, 2012

BIOGRAFI: IB Kompiang & Istri, Pionir Pariwisata Bali

Darma Putra, saat diskusi buku Pasangan Pionir Pariwisata Bali, menghadirlan pembicara Raka Santeri (mantan wartawan Kompas), AA Gde Rai (mantan GM Bali Beach), AA Suryawan Wiranatha (Kepala Puslit Budpar Unud), dan Dasi Astawan (Undiknas University).

Ditulis oleh Ema Sukarelawanto

DENPASAR–Buku biografi Ida Bagus Kompiang-Anak Agung Mirah Astuti: Pasangan Pionir Pariwisata Bali karya I Nyoman Darma Putra mengungkap sejarah perkembangan pariwisata Bali dan menyodorkan fakta para pengusaha lokal pernah membuat konsorsium usaha sukses di masa lalu.

Hal tersebut terungkap dalam bedah buku tersebut di Gedung Bali Tourism Board (BTB), Kamis (19/7). Pengamat pariwisata AA Suryawan Wiranatha mengatakan aspek kewirausahaan dalam buku biografi ini dapat menjadi teladan generasi sekarang. “Apalagi, Pak Kompiang yang memulai bisnis perhotelan pada 1956 mengembangkannya dengan konsep pariwisata pro rakyat dan berkelanjutan, dua isu yang sangat aktual hingga saat ini,” kata peneliti dari Universitas Udayana ini.

Menurut Suryawan ketokohan Ida Bagus Kompiang dan istri sangat nyata bagi perkembangan pariwisata Bali. Sebagai orang lokal pertama yang membangun hotel di Sanur, pasangan ini tahu betul kebutuhan dunia pariwisata sehingga mempersiapkan segala aktivitas pendukung dengan baik mulai kamar hotel, artshop, biro perjalanan, restoran dan aspek lainnya seperti pertunjukan seni. (more…)

July 31, 2012 at 5:10 am Leave a comment

Biography reveals life of pioneering couple

Bali Daily, 20 July 2012, by Wasti Atmodjo  on 2012-07-20

Ida Bagus Kompyang and his wife A.A. Mirah Astuti are portrayed as a couple of exemplary figures in the history of Bali’s tourism in a new book entitled Pasangan Pionir Pariwisata Bali (The Pioneering Couple of Balinese Tourism).

Adrian Vickers (right), Michel Picard (middle), and Kunang Helmi at the book launch.

Beautifully written by I Nyoman Darma Putra, a professor at the University of Udayana, the 441-page biography of Kompyang and Astuti reveals their long journey in building the island’s tourism, which they began in the 1950s—long before Bali opened up to mass tourism.

On Friday at the office of the Bali Tourism Agency in Renon, a number of panelists reviewed the book from diverse perspectives and points of view. Kompyang is described as a pioneer of local tourism when he opened a small and historic hotel, Segara Village, in Sanur in 1956, a few years before Sukarno, Indonesia’s first president opened the Inna Grand Bali Beach Hotel.

Author Darma Putra writes that Kompyang and Astuti were not only involved in tourism. (more…)

July 31, 2012 at 4:46 am Leave a comment


Blog Stats

  • 107,299 hits
July 2012
M T W T F S S
« Apr   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031