Archive for March, 2015

Dominan Wisatawan Domestik dan Lokal ke Desa Wisata Penglipuran

Wisatawan domestik di Desa Wisata Penglipuran, Minggu 29 Maret 2015. Tampak angkul-angkul berjejer dalam keasrian.

Wisatawan domestik di Desa Wisata Penglipuran, Minggu 29 Maret 2015. Tampak angkul-angkul berjejer dalam keasrian.

Desa wisata Penglipuran lebih banyak memikat turis domestik daripada turis asing. Hal ini misalnya bisa dibuktikan dengan suasana kunjungan Minggu, 29 Maret 2015. Dari sekitar 500 pengunjung yang lalu-lalang di Desa Penglipuran siang itu, dominan wisatawan domestik dan turis lokal, sedangkan turis asing hanya satu dua.

Para pengujungnya yang lalu-lalang siang itu berasal dari rombongan siswa kelas XI dari SMA Jepara, Jawa Tengah. Sisanya adalah pengunjung lokal Bali; ada yang dari Denpasar, Badung, dan Tabanan. Turis asing yang tampak adalah satu-dua yang berasal dari Jepang.

Desa tradisional Bali ini terletak sekitar 50 km timur laut Denpasar (arah Kintamani), dihubungkan jalan yang mulus. Setiap hari, rata-rata sekitar 300 turis berkunjung setiap hari, termasuk turis lokal.

 Seorang turis lokal dari Denpasar, I Nyoman Rudita, mengatakan dia senang mengajak keluarganya ke desa, sebagai selingan rekreasi ke mall. “Bosan juga ke mall terus, sesekali rekreasi ke desa,” ujar Nyoman yang berdinas sebagai hakim di Jawa Timur. Saat bekerja, dia tinggal berpisah dengan keluarganya.

“Saya juga pengen ke sini, jadinya kalau ditanya teman sekantor di Jawa, sebagai orang Bali bisa jawab,” ujarnya. Siang itu, Nyoman mengajak dua anaknya, dan istrinya. Seperti turis lainnya, dia pun jeprat-jepret, selfie, dan belanja di kios-kios penduduk yang digelar untuk menyambut turis. (more…)

Advertisements

March 29, 2015 at 1:32 pm Leave a comment

Selamat Hari Raya Nyepi 21 Maret 2015

Cempaka di depan Pura Desa Padangsambian, Dnpasar Barat, 20 Maret 2013.
Cempaka di depan Pura Desa Padangsambian, Dnpasar Barat, 20 Maret 2015.

daun-daun hijau rimbun
menjaga kemilau puspa anggun
belajar kompak bak cempaka
menyimak makna suka-duka
menjelang hening senyap Sepi

Selamat Hari Suci Nyepi 2015

 

March 21, 2015 at 11:57 pm Leave a comment

Pesan Nyepi 1965 dan 2015: “Selfkoreksi” dan “Mulat Sarira”

Setiap menjelang perayaan Nyepi, Tahun Baru Icaka, koran Bali Post menurunkan Tajuk Rencana tentang Nyepi. Lewat tulisan itu, koran sebagai pembentuk opini masyarakat menyampaikan pesan yang dianggap penting bagi masyarakat untuk direnungkan.

Tajuk Rencana Suara Indonesia (nama lama Bali Post) menyambut Nyepi 1965.

Tajuk Rencana Suara Indonesia (nama lama Bali Post) menyambut Nyepi 1965.

Membaca Tajuk Rencana mereka, kita bisa mengerti, apa yang penting dan mendesak diungkapkan saat itu; bagaimana situasi sosial masyarakat yang menjadi titik tolak pesan sosial itu.

Kebetulan saya mendapatkan Tajuk Rencana koran Suara Indonesia (nama lama Bali Post) yang terbit 2 Maret 1965 (sehari menjelang Nyepi), dan Tajuk Rencana Bali Post yang terbit Jumat, 20 Maret 2015, juga sehari menjelang Nyepi. Kedua ulasan Tajuk Rencana koran ini ternyata menyampaikan pesan yang bertolak dari spirit yang sama yaitu perayan Nyepi atau Tahun Bari Icaka sebagai momentum untuk introspeksi.

Meski spiritnya sama, istilah yang digunakan berbeda, dan konteks sosial yang menjadi latar belakang penulisannya pun terang berbeda. Seperti apa?

(more…)

March 21, 2015 at 6:09 pm Leave a comment

Ogoh-ogoh Gabus Dilarang, Bagaimana dengan Iringan Musik Keras?

Sebuah ogoh-ogoh dengan sound system untuk memainkan musik keras yang menggelegar.

Sebuah ogoh-ogoh dengan sound system untuk memainkan musik keras yang menggelegar.

Pembuatan ogoh-ogoh dengan gabus mulai dilarang tahun 2015. Semoga larangan penggunaan musik rock atau heavy metal dalam mengiringi arak-arakan ogoh-ogoh juga dikeluarkan. Cocoknya ritual pangerupukan dengan ogoh-ogoh diiringi gamelan Bali seperti gong atau baleganjur.

Pelarangan penggunaan gabus (styrofoam) untuk bahan dasar pembuatan ogoh-ogoh mulai ditegaskan tahun 2015. Alasannya karena gabus tidak ramah lingkungan, sebagian orang menyebutnya styrofoam mengandung bahan beracun.

Ogoh-ogoh adalah patung-patung raksasa yang dibuat sebagai simbol buta kala (kekuatan destruktif) yang diarak keliling desa sebagai ritual mengusir atau mempasifkan kekuatan roh jahat. Acara pengarakan yang dikenal dengan ritual pangerupukan itu dilaksanakan sehari menjelang Hari Suci Nyepi, tahun baru Icaka bagi umat Hindu. Sepi menjadi lebih berarti jika diawali dengan acara pengerupukan yang riuh-rendah.

Ogoh-ogoh berwujud anjing simbol baru koruptor.

Ogoh-ogoh berwujud anjing simbol baru koruptor.

Tradisi Baru

Kebiasaan membuat ogoh-ogoh adalah tradisi baru yang mulai semarak pertengahan 1980-an. Waktu itu, organisasi pemuda-pemudi di tingkat banjar di kota Denpasar membuat ogoh-ogoh dan mengaraknya keliling kota. Di luar kota Denpasar, jarang ada yang membuat hal seperti itu. Warga Padangsambian Denpasar Barat yang hanya 4 km di luar kota, misalnya, justru datang ke kota menonton ogoh-ogoh.

(more…)

March 20, 2015 at 12:01 pm Leave a comment

Perangai Denpasar di Balik Kisah Cinta

kadek - Copy

Judul buku: Denpasar Kota Persimpangan, Sanur Tetap Ramai (25 Cerpen dalam 60 Tahun); Editor: I Nyoman Darma Putra; Penerbit: Buku Arti dan Pemkot Denpasar, 2014;Tebal: 301 halaman.

 Setelah kumpulan puisi tentang Denpasar, kini terbit kumpulan cerpen bertema atau berlatar belakang Kota Denpasar. Antologi cerpen yang berjudul Denpasar Kota Persimpangan Sanur Tetap Ramai ini memuat 25 cerpen yang ditulis dalam rentang waktu 60 tahun, 1954-2014. Rentang waktu enam dekade ini menunjukkan bahwa kota Denpasar sudah sejak lama menjadi sumber inspirasi bagi cerpenis untuk menulis cerita.

Cerpen terawal dalam antologi ini adalah “Kisah di Jembatan Badung” karya Gangga Sila ditulis tahun 1954, sedangkan yang mutakhir ada beberapa seperti “Suatu Hari dalam Kehidupan Sengkrog” (2014) karya IDG Windhu Sancaya dan “Kita tak Pernah Sampai” (2014) karya Kadek Sonia Piscayanti.

Cerpen-cerpen dalam antologi ini banyak melukiskan situasi kota melalui kisah cinta baik antara sesama remaja lokal maupun antara remaja lokal dengan turis. Ada juga kisah tentang mistik (léak), semangat sejarah, multikultur, dan kehidupan sehari-hari warga kota Denpasar. (more…)

March 1, 2015 at 4:25 am Leave a comment


Blog Stats

  • 109,983 hits
March 2015
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031