Civitas Akademika Universitas Udayana Demo ke Pengadilan Negeri Denpasar

April 27, 2015 at 1:05 pm Leave a comment

20150427_090955

Salah satu dari lusinan poster yang dibawa peserta unjuk rasa.

20150427_092005

Dosen berbaju putih, pegawai berbaju endek, sama-sama berikat kepala putih, dalam aksi damai.

Ini adalah foto-foto demonstrasi civitas akademika Universitas Udayana yang melakukan demonstrasi damai ke Pengadilan (PN) Denpasar, Senin, 27 April. Unjuk rasa besar-besaran itu berkaitan dengan eksekusi tanah milik Unud dalam perkara yang diputus Mahkamah Agung yang luasnya 2,7 hektar di kawasan Kampus Bukit, Jimbaran.

Demo yang dimpimpin langsung oleh Rektor Unud Prof Suastika itu diikuti pembantu rektor, dosen, mahasiswa, pegawai, dan beberapa alumni. Mereka berkumpul mulai pk. 08.00 di kampus Sudirman, kemudian sekitar pk. 09.00 berjalan menuju Pengadilan Denpasar di Jl Sudirman, arah utara sekitar 500 meter.

Sekitar 2500 peserta demo berjalan damai, dan melakukan orasi di depan Pengadilan. Polisi membuat pagar betis menjaga agar demonstran tidak masuk ke Pengadilan. Mobil pengamanan polisi berjaga agak di utara, siaga mengamankan jika terjadi yang tidak diinginkan.

20150427_092501

Persiapan aksi damai di Kampus Sudirman, difoto dari lantai II Gedung Pascasarjana.

Detik-detik unjuk rasa bergerak ke PN Denpasar. Dijepret dari Gedung Pascasarjana lantai II.

Detik-detik unjuk rasa bergerak ke PN Denpasar. Dijepret dari Gedung Pascasarjana lantai II.

20150427_094518

Bergerak ke Pengadilan Denapsar, dari kampus Sudirman.

20150427_094811

Aksi damai bergerak menuju PN Denpasar.

20150427_094924

Polisi sudah menjaga PN Denpasar ketika peserta unjuk rasa tiba.

20150427_095044

Yel yel meminta agar eksekusi ditunda.

20150427_094959

Barisan polisi mengamankan PN Denpasar

20150427_101302

Rektof Unud Prof Suastika diwawancarai wartawan.

20150427_104318

Bendera Unud, Bendera Merah Putih, dan pengeras suara.

Mobil polisi siaga.

Mobil polisi siaga.

Dalam demo itu Rektor dan orator lain memohon dan mendesak PN agar menunda eksekusi tanah negara itu, karena Unud hendak mengajukan peninjauan kembali. Sebelumnya, sudah pernah terjadi rencana eksekusi di Bukit, namun karena mahasiswa demo eksekusi dibatalkan, dan akhirnya dilaksanakan Senin, 27 April 2015.

Dalam surat panitera PN Denpasar, untuk pelaksanaan eksekusi, Rektor diminta berkumpul di PN Denpasar, tapi ketika Rektor dan demonstran datang, petugas eksekusi malahan pergi ke Bukit melakukan eksekusi. Dalam orasinya, mahasiswa mengkritik PN dan menyindir “Pengadilan Negeri” menjadi “Pembohongan Negeri”.

Demo berjalan damai, sekitar pk. 11.45, warga yang demonstarsi kembali tertib ke Unud. Sulit bagi mereka menerima bagaimana tanah milik Unud yang notebene merupakan tanah negara yang sudah dibebaskan dan mendapat sertifikat awal 1980-an lalu bisa digugat oleh masyarakat yang dulu merasa memiliki secara turun-temurun.

Unud mulai pindah ke Unud awal 1980-an sebagai perluasan areal kampus yang relatif sempit di Jl Sudirman Denpasar. Pembebasan tanah mengalami berbagai kerumitan dan sampai ada bagian-bagian tanah yang diperkarakan, seperti yang 2,7 ha ini, yang terletak dekat pompa bensin Unud.

Ketika Unud memilih Bukit untuk perluasan kampus tiga dekade lalu, tanah gersang di sana sangat murah. Waktu itu, harga tanah per are sekitar Rp 50,000, namun kini sudah mencapai Rp 1 milyar, berkat berbagai perkembangan termasuk pariwisata. Tidak mengherankan, upaya menggugat barang bernilai itu terjadi dan terjadi.

Dalam proses hukum sudah lumrah diketahui permainan uang untuk menang, sementara Unud sebagai lembaga pemerintah tidak mempunyai alokasi dana untuk beracara apalagi menyogok makelar kasus.

Kekalahan Unud dalam perkara sampai harus melepas tanah memprihatinkan. Pihak pemerintah daerah, DPR, dan pemerintah Pusat yang terkait mesti menjadikan kasus Unud kehilangan tanah negara agar tidak terjadi lagi dan tidak terjadi untuk tanah negara milik institusi lain (Teks dan Foto; Darma Putra).

Entry filed under: Hello Bali. Tags: .

Serpihan Sejarah Sastra: Bali Tuan Rumah Sidang Pengarang Asia Afrika 1963 “JURNAL KAJIAN BALI” Universitas Udayana Terakreditasi Nasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 95,964 hits
April 2015
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d bloggers like this: