‘Street Culture’ dan ‘Staged Culture’ di Bali

August 15, 2015 at 8:16 am Leave a comment

_BP_1982 - Copy

Pawai Pesta Kesenian Bali 2015 (Foto Ary Bestari)

Bali kaya akan street culture, tapi miskin akan staged culture.

Terminologi budaya yang pernah diperkenalkan Kadir Din (1997) ketika berbicara tentang pariwisata budaya di Malaysia ini kiranya berguna untuk membuat refleksi dinamika kebudayaan Bali dalam setengah abad terakhir. Juga untuk membayangkan masa depan kebudayaan Bali dalam konteks kegairahan pemerintah dan semangat masyarakat untuk mengembangkan industri atau ekonomi kreatif.

Apakah street culture dan staged culture itu?

Selengkapnya unduh di sini Street Culture and Staged Culture di Bali

 

Sendratari Ramayana sebagai stage culture (Foto Darma Putra)

Sendratari Ramayana sebagai staged culture (Foto Darma Putra)

Entry filed under: Hello Bali. Tags: .

Menapak Sejarah dan Kritik Sastra Bali Modern Seniman Multitalen Gde Dharna Meninggal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 95,964 hits
August 2015
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d bloggers like this: